Home Industry Mak Yem di Kabupaten Nganjuk merupakan usaha rumahan yang bergerak dalam produksi bawang goreng dengan bahan baku utama bawang merah. Namun, usaha ini menghadapi kendala dalam pengelolaan persediaan bahan baku yang belum efisien, sehingga menimbulkan ketidakseimbangan stok dan tingginya biaya persediaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sistem pengendalian persediaan dengan menggunakan metode Economic Order Quantity (EOQ) dalam menentukan jumlah pemesanan optimal, safety stock, dan reorder point yang sesuai dengan kebutuhan produksi. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pengolahan data produksi tahun 2023. Hasil analisis menunjukkan bahwa penerapan metode EOQ mampu menurunkan total biaya persediaan dari Rp8.190.000 menjadi Rp4.724.700, sehingga diperoleh penghematan sebesar Rp3.465.300 atau 42%. Selain itu, penelitian ini juga menetapkan safety stock sebesar 2.640 kg dan reorder point sebesar 2.711 kg sebagai acuan dalam menjaga ketersediaan bahan baku. Kesimpulannya, penerapan metode EOQ terbukti lebih efektif dalam mengendalikan persediaan bahan baku, mengurangi frekuensi pemesanan, menekan biaya operasional, serta memastikan kelancaran produksi bawang goreng di Home Industry Mak Yem.
Copyrights © 2025