Tempe merupakan olahan kedelai yang tinggi protein nabati, serat pangan, dan isoflavon yang populer di Indonesia. Konsumsi tempe dipengaruhi oleh fluktuasi harga dan ketersediaan kedelai yang sering menyebabkan ketidakseimbangan antara persediaan dan permintaan. Rumah Tempe Pak Pon menghadapi permasalahan dalam perencanaan persediaan material produksi akibat metode pembelian harian yang kurang efisien. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi perencanaan persediaan bahan baku tempe dengan implementasi metode Material Requirements Planning (MRP) menggunakan pendekatan deskriptif dan kuantitatif. Data permintaan selama 24 bulan dianalisis menggunakan metode Time Series melalui teknik peramalan Single Exponential Smoothing (SES). Selanjutnya, teknik Lot for Lot (LFL) dan Economic Order Quantity (EOQ) diaplikasikan untuk menentukan kuantitas pembelian optimal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode SES dengan konstanta α 0,1 memberikan tingkat error terendah. Implementasi MRP dengan pendekatan EOQ mampu menekankan biaya persediaan terendah sebesar 69,5% sehingga lebih efisien dibandingkan LFL. Oleh karena itu, EOQ dinilai sebagai metode terbaik untuk meningkatkan efisiensi perencanaan persediaan di Rumah Tempe Pak Pon.
Copyrights © 2025