Penelitian ini mengkaji narasi novel Arok Dedes karya Pramoedya Ananta Toer sebagai bentuk tafsir estetik terhadap kekuasaan. Berangkat dari pendekatan historis-kritis dan naratologis, tulisan ini memperlihatkan bagaimana Pramoedya memanfaatkan cerita mitologis Jawa kuno untuk mendekonstruksi narasi kekuasaan feodal. Dengan tokoh-tokoh yang kompleks, struktur alur berlapis, dan bahasa yang tajam, Pram menghadirkan kritik terhadap historiografi hegemonik dan sistem politik yang manipulatif. Artikel ini menelusuri bagaimana Pram menyusun narasi, menciptakan tokoh, memilih bahasa, dan menghadirkan kekuasaan sebagai medan tafsir estetis dan ideologis. Simpulan dari kajian ini menyatakan bahwa sastra, dalam tangan Pramoedya, menjadi instrumen pembongkaran ideologi dominan dan penyusun ulang kesadaran sejarah.
Copyrights © 2025