Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi optimalisasi penerimaan pajak daerah di Kota Baubau setelah pandemi COVID-19 dengan menggunakan pendekatan SWOT. Data yang digunakan merupakan data sekunder resmi dari Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Baubau, di mana realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2024 tercatat sebesar Rp124,1 miliar atau 99,82% dari target Rp124,4 miliar. Dari jumlah tersebut, penerimaan pajak daerah terealisasi sebesar Rp37 miliar atau 82,35% dari target Rp45 miliar, sedangkan retribusi daerah hanya mencapai Rp6,4 miliar atau 61,09% dari target Rp10,5 miliar. Analisis SWOT menunjukkan bahwa kekuatan utama Kota Baubau adalah posisi strategis dan potensi pertumbuhan ekonomi yang tinggi, sementara kelemahan terletak pada rendahnya tingkat pencapaian target pajak dan retribusi daerah. Peluang optimalisasi didukung oleh modernisasi pelayanan pajak berbasis teknologi informasi dan potensi perluasan basis pajak, sedangkan ancaman utama berasal dari dampak ekonomi pasca pandemi dan perubahan regulasi fiskal nasional. Hasil penelitian merekomendasikan intensifikasi dan ekstensifikasi basis pajak, penguatan koordinasi antar-instansi, serta pemanfaatan sistem informasi untuk meningkatkan efektivitas pemungutan pajak daerah. Temuan ini diharapkan menjadi dasar pengambilan kebijakan dalam upaya meningkatkan kemandirian fiskal Kota Baubau pasca pandemi COVID-19.
Copyrights © 2025