Monasit merupakan mineral fosfat pembawa unsur tanah jarang (rare earth elements/REEs) yang banyak ditemukan pada tailing endapan plaser kasiterit, khususnya hasil penambangan timah. Berdasarkan laporan PT Timah Tbk tahun 2023, sebanyak 1.424 ton monasit telah berhasil dikumpulkan. Namun, struktur kristal monasit yang inert dan tahan panas tinggi membutuhkan proses dekomposisi menjadi bentuk oksida agar REE dapat diekstraksi. Metode konvensional seperti perlakuan asam atau basa membutuhkan reagen kimia pekat, suhu tinggi, dan waktu reaksi panjang, serta menghasilkan limbah berbahaya. Sebagai alternatif, teknologi hydrogen plasma smelting reduction (HPSR) menawarkan pendekatan yang lebih ramah lingkungan dengan kemampuan menghilangkan fosfor secara selektif dari struktur monasit. Dalam penelitian ini, percobaan defosforisasi dilakukan dengan variasi durasi reduksi 1, 4, 7, dan 15 menit. Sampel konsentrat monasit 0,5 gram dibentuk menjadi briket, direduksi dalam reaktor HPSR pada laju alir gas 5 L/menit dengan rasio H2/Ar sebesar 4:1. Karakterisasi dilakukan menggunakan XRD dan XRF sebelum reduksi, serta SEM–EDS setelahnya. Hasil menunjukkan efisiensi penghilangan fosfor meningkat seiring waktu: 70,6 % (1 menit), 92,7 % (4 menit), 95,7 % (7 menit), dan 99,1 % (15 menit).Kata kunci: Monasit, defosforisasi, hydrogen plasma smelting reduction, durasi reduksi
Copyrights © 2025