Badan Pusat Statistik (BPS) memiliki peran krusial dalam menyediakan data untuk menentukan arah kebijakan pembangunan negara. Untuk menjalankan tugas besar tersebut, BPS sangat bergantung pada kinerja pegawainya. Namun, kinerja pegawai dipengaruhi oleh berbagai faktor, sehingga penting untuk mengidentifikasi variabel yang paling berpengaruh di lingkungan kerja BPS. Penelitian kuantitatif ini bertujuan untuk menganalisis dan menguji secara empiris pengaruh gaya kepemimpinan, budaya organisasi, dan kompetensi pegawai terhadap kinerja pegawai, serta meninjau peran mediasi dari motivasi kerja. Sebanyak 100 pegawai aktif di kantor pusat BPS dipilih sebagai responden menggunakan teknik pengambilan sampel acak. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan metode Structural Equation Modelling (SEM) dengan program SmartPLS, mencakup pengujian validitas, reliabilitas, dan model struktural. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi pegawai memiliki pengaruh langsung dan signifikan terhadap kinerja. Sebaliknya, gaya kepemimpinan dan budaya organisasi tidak memiliki pengaruh langsung yang signifikan. Temuan menarik lainnya adalah peran motivasi kerja sebagai mediator. Budaya organisasi terbukti berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai ketika dimediasi oleh motivasi kerja, menunjukkan bahwa budaya kerja yang baik dapat mendorong kinerja jika disertai dengan motivasi yang tepat. Namun, pengaruh gaya kepemimpinan dan kompetensi tidak menjadi signifikan terhadap kinerja ketika melalui motivasi kerja.
Copyrights © 2025