Penelitian ini mengkaji potensi tradisi Rambu Solo’ sebagai sarana pastoral konseling bagi masyarakat Toraja. Melalui studi kepustakaan, penelitian ini mengeksplorasi nilai-nilai dalam Rambu Solo’ dan relevansinya dengan prinsip-prinsip pastoral konseling Kristen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai seperti penghayatan akan kefanaan hidup, penghormatan terhadap leluhur, dan solidaritas dalam duka memiliki titik temu dengan tujuan konseling pastoral. Penelitian ini mengusulkan model konseling berduka berbasis Rambu Solo’ yang mengintegrasikan kearifan lokal dengan pendekatan konseling pastoral kontemporer. Model ini mencakup tahapan asesmen komprehensif, fasilitasi ekspresi emosi melalui ritual budaya, penggunaan simbol-simbol sebagai media terapeutik, dan pengembangan resiliensi berbasis nilai budaya. Kontribusi penelitian ini signifikan bagi pengembangan pendekatan konseling pastoral yang kontekstual dan berbasis budaya di Indonesia.
Copyrights © 2024