Penelitian ini mengkaji strategi komunikasi politik Prabowo Subianto selama kampanye presiden 2023–2024, dengan fokus pada momen ketika ia memutuskan untuk menggendong kucing milik salah satu Tim Suksesnya pada saat kampanye akbar di Batam. Dengan menggunakan pendekatan dramaturgi dan teori manajemen kesan Erving Goffman, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana simbolisme sederhana dapat digunakan secara strategis untuk menciptakan pemimpin yang lebih mudah didekati, berempati, dan hormat kepada masyarakat umum, terutama generasi muda seperti Gen-Z dan milenial. Melalui platform media sosial seperti Instagram dan TikTok, kisah ini menjadi viral dan menciptakan kesadaran baru tentang kehidupan pribadi Prabowo, yang sebelumnya tidak banyak diketahui. Analisis ini juga melihat bagaimana momen khusus ini digunakan sebagai alat pencitraan politik yang efektif untuk menjangkau khalayak yang lebih luas dan menciptakan kepemimpinan yang inklusif dan humanis. Artikel ini juga membahas bagaimana strategi pemasaran digital yang melibatkan influencer, konten visual interaktif, dan pendekatan simbolik dapat menginspirasi ide-ide baru dan memperkuat fondasi politik. Studi ini menunjukkan bahwa politik kontemporer tidak hanya didasarkan pada program kerja tetapi juga pada kualitas pribadi dan simbol-simbol yang dapat menumbuhkan hubungan emosional dengan publik.
Copyrights © 2025