Penelitihan ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) membentuk karakter siswa untuk mempersiapkan mereka untuk menghadapi tantangan era Society 5.0 di SMA Negeri 1 Tarik, yang ditandai oleh perkembangan teknologi seperti kecerdasan buatan, Internet of Things, dan big data. Tidak hanya generasi saat ini diharapkan memiliki kemampuan teknologi, tetapi mereka juga harus memiliki sifat religius, moral, dan bertanggung jawab. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi dari guru PAI dan siswa. Pendekatan kualitatif dan metode studi kasus digunakan untuk mendapatkan data. Penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai keislaman telah berhasil diintegrasikan ke dalam pembelajaran PAI secara kontekstual dan kreatif. Untuk meningkatkan etika digital, empati sosial, literasi teknologi, dan pemikiran kritis, guru menggunakan metode berbasis nilai, pembiasaan religius, dan media interaktif. Selain itu, sekolah menyediakan dukungan untuk program kewirausahaan digital yang menggabungkan nilai moral dan kemampuan abad ke-21. Terbukti bahwa pembelajaran PAI tidak hanya membantu menyampaikan informasi agama tetapi juga membantu membangun karakter siswa yang fleksibel, kooperatif, dan tangguh. Ini juga membantu mengembangkan kurikulum yang relevan dan kontekstual di era digital.
Copyrights © 2025