Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan pendekatan microlearning dalam pembelajaran bahasa Inggris dan pengaruhnya terhadap peningkatan kemampuan vocabulary dan grammar siswa di MIN 3 Metro. Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya penguasaan kosakata dan tata bahasa siswa akibat metode pembelajaran konvensional yang kurang menarik, serta keterbatasan waktu belajar. Pendekatan microlearning dipilih sebagai strategi alternatif karena menyajikan materi dalam bentuk potongan kecil, singkat, dan mudah dipahami, sehingga memungkinkan siswa belajar secara bertahap dan berulang. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan subjek siswa kelas VI dan guru pengampu mata pelajaran bahasa Inggris. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi hasil belajar siswa. Analisis data dilakukan melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan, serta dilakukan triangulasi untuk memastikan keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan microlearning secara signifikan meningkatkan kemampuan vocabulary dan grammar siswa. Rata-rata skor pre-test sebesar 65,00 meningkat menjadi 80,00 pada post-test pertama dan 85,00 pada post-test kedua. Selain itu, siswa menjadi lebih aktif, antusias, dan termotivasi dalam proses belajar. Guru melaporkan bahwa materi yang disajikan secara singkat dan menarik memudahkan pemahaman siswa dan meningkatkan kepercayaan diri mereka dalam menggunakan bahasa Inggris. Meskipun demikian, terdapat beberapa tantangan, seperti keterbatasan akses teknologi bagi siswa dan kebutuhan pelatihan tambahan bagi guru. Tantangan ini dapat diatasi melalui penyediaan fasilitas digital dan peningkatan kompetensi guru. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa microlearning adalah strategi pembelajaran yang efektif, menyenangkan, dan relevan dengan era digital, sehingga dapat dijadikan alternatif untuk meningkatkan penguasaan vocabulary dan grammar siswa di MIN 3 Metro.
Copyrights © 2025