Retak pada beton bertulang merupakan permasalahan signifikan yang dapat memengaruhi kekuatan, durabilitas, dan umur layan struktur. Salah satu faktor penting yang memengaruhi terbentuknya retak adalah tebal selimut beton, yang berfungsi melindungi tulangan sekaligus berperan dalam distribusi tegangan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh variasi tebal selimut beton terhadap lebar retak maksimum pada pelat beton bertulang satu arah melalui simulasi numerik berbasis metode elemen hingga (MEH) menggunakan software ABAQUS. Model pelat dibuat dengan variasi tebal selimut beton 25 mm, 30 mm, 35 mm, dan 40 mm, dengan parameter utama berupa tegangan aksial tulangan baja dan regangan plastis serat tarik terluar beton. Hasil simulasi dibandingkan dengan perhitungan teoritis menurut SNI 2847:2002 dan JSCE 2007. Secara umum, lebar retak maksimum dari simulasi ABAQUS lebih besar dibandingkan hasil teoritis, dan regresi linier menunjukkan bahwa semakin besar tebal selimut beton, maka lebar retak maksimum juga meningkat. Metode JSCE menunjukkan hasil yang lebih mendekati simulasi numerik dibandingkan SNI. Kata-kata Kunci: Pelat Beton Bertulang, Selimut Beton, Lebar Retak Maksimum, ABAQUS, Pendekatan Teoritis
Copyrights © 2025