Kemampuan waqaf (berhenti) dan ibtidā (memulai) dalam membaca al-Qur’an sangat penting bagi seorang qari. Ilmu nahwu berperan erat karena membantu memahami struktur kalimat, menentukan tempat berhenti dan memulai yang tepat, serta mengidentifikasi kata kunci penanda akhir kalimat. Kesalahan dalam waqaf dan ibtidā dapat merusak makna ayat, sehingga penguasaan ilmu nahwu mutlak diperlukan untuk menjaga ketepatan bacaan al-Qur’an. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan urgensi penguasaan ilmu nahwu dalam meningkatkan kemampuan waqaf dan ibtidā ketika membaca al-Qur’an, serta menegaskan perannya dalam menjaga keutuhan makna ayat-ayat al-Qur’an. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan analisis tekstual yang berfokus pada kajian literatur, meliputi kitab, buku, dan jurnal ilmiah yang relevan dengan tema. Sumber utama penelitian adalah kitab-kitab nahwu dan tajwid.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waqaf dan ibtidā memiliki pengaruh besar terhadap makna ayat-ayat al-Qur’an. Kesalahan dalam berhenti atau memulai bacaan dapat mengubah makna yang dimaksudkan. Oleh karena itu, penguasaan ilmu nahwu sangat penting untuk meningkatkan kemampuan waqaf dan ibtidā. Ilmu nahwu membantu memahami struktur kalimat, hubungan antar kata, serta konteks ayat, sehingga bacaan al-Qur’an dapat dilakukan dengan tepat dan benar. Dengan demikian, penguasaan ilmu nahwu menjadi faktor kunci dalam memperbaiki kualitas bacaan al-Qur’an serta menjaga kemurnian maknanya.
Copyrights © 2025