Penyalahgunaan NAPZA di Indonesia menunjukkan tren peningkatan yang signifikan, terutama di kalangan pelajar dan mahasiswa kesehatan, sehingga memerlukan strategi edukasi dini berbasis literasi dan pemberdayaan mahasiswa keperawatan sebagai agen perubahan preventif. Kegiatan pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk mencapai peningkatan pemahaman kritis tentang narkoba (jenis, dampak fisiologis-psikologis-sosial, dan konsekuensi hukum), penguatan kesadaran preventif melalui simulasi deteksi peredaran narkoba kampus dan resistensi tekanan sebaya, serta pengembangan ketahanan mental via manajemen stres dan pengambilan keputusan etis berbasis studi kasus nyata. Metode kegiatan ini menggunakan pendekatan edukatif partisipatif dengan melibatkan peserta secara aktif dalam setiap tahapan kegiatan, yang digunakan meliputi ceramah, diskusi interaktif, presentasi tentang bahaya narkoba. Dianalisis secara deskriptif hasil pre-test dan post-test. Skor yang lebih tinggi dianggap sebagai ukuran efektivitas pendidikan. Selain itu, foto dan umpan balik peserta digunakan untuk mengdokumentasikan kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan edukasi berbasis materi interaktif dan simulasi berhasil meningkatkan pemahaman kritis mahasiswa (18-20 tahun) tentang bahaya narkoba secara signifikan dari 36,3% (kategori cukup) menjadi 78,8% (kategori baik) dalam aspek jenis narkoba, dampak fisiologis-psikologis-sosial, konsekuensi hukum, serta strategi deteksi peredaran narkoba kampus dan manajemen stres. Dapat disimpulkan Penyuluhan bahaya narkoba berbasis simulasi interaktif meningkatkan pemahaman mahasiswa, membuktikan efektivitas pendekatan holistik yang mengintegrasikan aspek medis, psikososial, hukum, dan kontekstualitas kampus.
Copyrights © 2025