Artikel ini menguraikan tentang penggabungan Problem-Based Learning (PBL) dengan alat teknologi pendidikan dalam pengajaran materi Penyimpangan Sosial di tingkat Sekolah Menengah Atas. PBL merupakan suatu pendekatan belajar yang berbasis konstruktivisme, di mana siswa secara aktif membangun pengetahuan lewat penyelesaian masalah yang relevan. Implementasi PBL yang didukung oleh teknologi (seperti modul digital, video edukasi, dan platform daring) dapat meningkatkan daya cipta serta penguasaan konsep siswa. Sebagai ilustrasi, Yuningtyas et al. (2023) merancang e-modul PBL untuk sosiologi yang menerima penilaian “sangat layak” dari para ahli di bidang media dan materi. Penelitian sebelumnya juga menunjukkan adanya peningkatan dalam kemampuan berpikir kritis dan kreativitas siswa setelah mengikuti PBL yang didukung oleh media digital. Hasil analisis menunjukkan bahwa PBL dengan dukungan teknologi dapat meningkatkan partisipasi, kreativitas, dan pemahaman siswa dalam pembelajaran tentang Penyimpangan Sosial, sekaligus mengurangi kebosanan terhadap materi sosiologi melalui pendekatan yang kontekstual dan interaktif.
Copyrights © 2025