Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PBL Berbasis Teknologi: Meningkatkan Kreativitas Siswa dalam Pembelajaran Penyimpangan Sosial Husnil Khotima
Charta Educa: Jurnal Kajian Pendidikan Vol. 1 No. 4 (2025): Charta Educa: Jurnal Kajian Pendidikan
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/crt.v1i4.22

Abstract

Artikel ini menguraikan tentang penggabungan Problem-Based Learning (PBL) dengan alat teknologi pendidikan dalam pengajaran materi Penyimpangan Sosial di tingkat Sekolah Menengah Atas. PBL merupakan suatu pendekatan belajar yang berbasis konstruktivisme, di mana siswa secara aktif membangun pengetahuan lewat penyelesaian masalah yang relevan. Implementasi PBL yang didukung oleh teknologi (seperti modul digital, video edukasi, dan platform daring) dapat meningkatkan daya cipta serta penguasaan konsep siswa. Sebagai ilustrasi, Yuningtyas et al. (2023) merancang e-modul PBL untuk sosiologi yang menerima penilaian “sangat layak” dari para ahli di bidang media dan materi. Penelitian sebelumnya juga menunjukkan adanya peningkatan dalam kemampuan berpikir kritis dan kreativitas siswa setelah mengikuti PBL yang didukung oleh media digital. Hasil analisis menunjukkan bahwa PBL dengan dukungan teknologi dapat meningkatkan partisipasi, kreativitas, dan pemahaman siswa dalam pembelajaran tentang Penyimpangan Sosial, sekaligus mengurangi kebosanan terhadap materi sosiologi melalui pendekatan yang kontekstual dan interaktif.
Pemanfaatan Limbah Organik Rumah Tangga Sebagai Pupuk Cair di Kenagarian Halaban Jorong Atas Laban Nurul Latifah; Ratna Willis; Audia Kasandra; Husnil Khotima; Adinda Adrianti; Shandy Melian Pajra; Adelia Kumala; Syah Alam Rahman Baharuddin
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 01 (2026): Volume 11 No. 01 Maret 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i01.40059

Abstract

Household organic waste remains a significant environmental issue, particularly in rural areas where most residents rely on agriculture for their livelihoods. This community service program aimed to enhance community knowledge and skills in managing organic household waste through the production of eco-enzyme as liquid organic fertilizer. The program was conducted in Kenagarian Halaban, Jorong Atas Laban, Lima Puluh Kota Regency, involving 10 participants. The methods included community outreach, training sessions, hands-on practice, as well as continuous assistance and monitoring. Eco-enzyme was produced from household organic waste using a 3:1:10 ratio and fermented for 90 days, with 30 days of on-site assistance followed by online monitoring. The results showed that the eco-enzyme produced was dark brown in color with a distinctive acidic but non-putrid odor, indicating a successful fermentation process. The application of eco-enzyme as liquid fertilizer contributed to reducing organic waste volume, increasing environmental awareness, and improving plant growth. Limited community participation was identified as the main challenge, highlighting the need for broader engagement strategies to ensure program sustainability.