Fenomena penyimpangan sosial di kalangan remaja Indonesia menunjukkan peningkatan signifikan dalam beberapa tahun terakhir, terutama di lingkungan sekolah menengah. Kasus seperti bullying, tawuran, penggunaan zat adiktif, serta perilaku menyimpang lainnya menjadi tantangan serius yang harus direspons oleh dunia pendidikan. Artikel ini bertujuan mengkaji inovasi pembelajaran sosiologi yang kontekstual dan partisipatif dengan menggabungkan dua pendekatan: Problem-Based Learning (PBL) dan Discovery Learning. Penelitian dilakukan melalui pendekatan kualitatif deskriptif, yang mencakup observasi lapangan, wawancara mendalam dengan guru sosiologi, serta studi pustaka dari jurnal-jurnal ilmiah relevan. Temuan menunjukkan bahwa penggunaan PBL dalam bentuk proyek sosial seperti vlog, mini drama, dan infografis digital meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami teori sosiologi serta mengaitkannya dengan konteks sosial yang mereka alami. Sementara itu, Discovery Learning terbukti efektif untuk membangun dasar konseptual siswa dalam memahami bentuk dan penyebab penyimpangan sosial. Penggunaan media digital serta evaluasi autentik seperti kuis daring, portofolio, dan refleksi diri juga memperkuat keterlibatan siswa. Artikel ini menawarkan kerangka inovatif pembelajaran sosiologi yang responsif terhadap realitas sosial remaja dan kebutuhan pembelajaran abad ke-21.
Copyrights © 2025