Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Inovasi Pembelajaran Sosiologi Berbasis PBL dan Discovery Learning pada Materi Penyimpangan Sosial Remaja di SMA Pembangunan Lab. UNP Grestiana, Fresia
Charta Educa: Jurnal Kajian Pendidikan Vol. 1 No. 4 (2025): Charta Educa: Jurnal Kajian Pendidikan
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/crt.v1i4.26

Abstract

Fenomena penyimpangan sosial di kalangan remaja Indonesia menunjukkan peningkatan signifikan dalam beberapa tahun terakhir, terutama di lingkungan sekolah menengah. Kasus seperti bullying, tawuran, penggunaan zat adiktif, serta perilaku menyimpang lainnya menjadi tantangan serius yang harus direspons oleh dunia pendidikan. Artikel ini bertujuan mengkaji inovasi pembelajaran sosiologi yang kontekstual dan partisipatif dengan menggabungkan dua pendekatan: Problem-Based Learning (PBL) dan Discovery Learning. Penelitian dilakukan melalui pendekatan kualitatif deskriptif, yang mencakup observasi lapangan, wawancara mendalam dengan guru sosiologi, serta studi pustaka dari jurnal-jurnal ilmiah relevan. Temuan menunjukkan bahwa penggunaan PBL dalam bentuk proyek sosial seperti vlog, mini drama, dan infografis digital meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami teori sosiologi serta mengaitkannya dengan konteks sosial yang mereka alami. Sementara itu, Discovery Learning terbukti efektif untuk membangun dasar konseptual siswa dalam memahami bentuk dan penyebab penyimpangan sosial. Penggunaan media digital serta evaluasi autentik seperti kuis daring, portofolio, dan refleksi diri juga memperkuat keterlibatan siswa. Artikel ini menawarkan kerangka inovatif pembelajaran sosiologi yang responsif terhadap realitas sosial remaja dan kebutuhan pembelajaran abad ke-21.
Menanam Kehidupan Bertoleransi: Studi Kasus Festival Budaya SMP Negeri 1 Harau Hidayat, Muhammad; Juliana M, Tiara; Ayuningsih, Syofia; Grestiana, Fresia; Elvaririn, Elvaririn
The Sociology of Islam Vol. 8 No. 2 (2025): December
Publisher : Prodi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/jsi.2025.8.2.122-140

Abstract

This study examines the role of cultural festivals as a strategic instrument for internalizing the values of tolerance and diversity within an educational environment. Employing a qualitative case study approach at SMP Negeri 1 Harau, Limapuluh Kota Regency, the research explores how local cultural expressions are integrated into the curriculum through the Project for Strengthening the Profile of Pancasila Students (P5). Data were gathered through participatory observation and in-depth interviews to analyze the transformation of cultural activities from mere ceremonial displays into ingrained character traits. The findings reveal that cultural festivals function as a pedagogical 'contact zone' that effectively facilitates students' negotiation of differences and strengthens social bonding. The integration of traditional arts serves not only as a vehicle for cultural preservation but also as a fundamental mechanism for fostering inclusivity and mutual respect. This study concludes that local wisdom-based education is pivotal to constructing a harmonious educational ecosystem and providing a robust framework for social cohesion in a pluralistic society.