Ketimpangan sosial tetap menjadi tantangan besar di berbagai negara, sehingga diperlukan upaya strategis untuk mengatasinya, salah satunya melalui pendidikan kewarganegaraan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara kuantitatif efektivitas intervensi pendidikan kewarganegaraan dalam mengurangi ketimpangan sosial dan mendorong inklusi, sejalan dengan target SDG 10 (Mengurangi Ketimpangan). Dengan menggunakan metode systematic literature review (SLR) berbasis meta-analisis, penelitian ini mengumpulkan dan mensintesis data dari berbagai studi empiris yang menilai dampak pendidikan kewarganegaraan terhadap peningkatan berpikir kritis, penguatan nilai-nilai kebangsaan, serta partisipasi sosial mahasiswa. Hasil meta-analisis menunjukkan bahwa intervensi pendidikan kewarganegaraan secara signifikan meningkatkan kemampuan berpikir kritis, memperkuat karakter, dan mendorong keterlibatan aktif dalam isu-isu sosial, yang secara langsung berkontribusi pada pengurangan ketimpangan dan peningkatan inklusi sosial. Temuan ini menegaskan bahwa pendidikan kewarganegaraan tidak hanya membekali peserta didik dengan pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga membangun fondasi moral dan sosial yang penting untuk menciptakan masyarakat yang lebih adil dan inklusif. Implikasi penelitian ini menyoroti pentingnya penguatan kurikulum pendidikan kewarganegaraan sebagai strategi efektif dalam supervisi pendidikan untuk mendukung pencapaian SDG 10.
Copyrights © 2022