Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan mengkaji berbagai faktor yang memengaruhi tingkat motivasi kerja pada Generasi Z di lingkungan organisasi. Fokus utama diarahkan pada enam variabel independen, yakni lingkungan kerja, gaya kepemimpinan, pengakuan dan apresiasi, jenjang karier, fleksibilitas kerja, serta persepsi terhadap makna pekerjaan. Pendekatan yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif, dan informasi data diperoleh melalui kuesioner berskala Likert yang dibagikan kepada anggota Generasi Z. Perangkat lunak Microsoft Excel dipakai dalam penyelesaian analisis data regresi linear berganda. Hasil pengolahan data menekankan bahwa semua variabel independen mempengaruhi motivasi kerja secara bersamaan. Sementara itu, secara parsial, lima dari enam variabel menunjukkan pengaruh signifikan, kecuali jenjang karier yang tidak memberikan dampak nyata. Temuan ini mengindikasikan bahwa Generasi Z lebih menitikberatkan pada fleksibilitas serta makna dalam pekerjaan dibandingkan dengan sekadar jenjang promosi. Dengan demikian, temuan hasil dari penelitian ini adalah memberikan kontribusi strategis kepada perusahaan saat mereka mengembangkan peraturan yang berhubungan dengan aspek pengelolaan SDM yang sesuai dengan nilai-nilai dan preferensi generasi muda.
Copyrights © 2025