Transformasi digital di sektor administrasi publik menjadi langkah strategis dalam menjawab tuntutan efisiensi layanan masyarakat di era teknologi. Kota Bandung, sebagai salah satu pelopor implementasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) di Indonesia, menunjukkan kemajuan signifikan dalam penerapan layanan publik berbasis digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh digitalisasi administrasi publik terhadap efisiensi pelayanan masyarakat serta menguji peran literasi/kapasitas digital sebagai variabel moderasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode explanatory research. Populasi penelitian adalah masyarakat pengguna layanan publik digital Pemerintah Kota Bandung, dan sampel sebanyak 394 responden diperoleh menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner berskala Likert dan dokumentasi data resmi, sedangkan analisis data menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digitalisasi administrasi publik berpengaruh positif terhadap efisiensi pelayanan, dan literasi/kapasitas digital memperkuat hubungan tersebut. Hal ini mengindikasikan bahwa infrastruktur teknologi yang baik harus diiringi peningkatan kompetensi digital aparatur dan masyarakat agar manfaat efisiensi dapat terealisasi secara optimal. Implikasi penelitian ini memberikan kontribusi teoretis pada pengembangan model hubungan digitalisasi–efisiensi dengan peran moderasi literasi digital, sekaligus menawarkan rekomendasi praktis bagi pemerintah daerah dalam merancang strategi layanan publik berbasis digital yang berkelanjutan.
Copyrights © 2025