Era modern, dengan kemajuan teknologi dan globalisasi yang pesat, telah membawa dampak negatif berupa krisis moral multidimensional di masyarakat. Fenomena seperti korupsi, individualisme, pergaulan bebas, dan degradasi akhlak semakin merajalela, menjangkiti berbagai kalangan, termasuk generasi muda dan sektor pendidikan yang cenderung mengabaikan pembentukan karakter. Krisis ini diperparah oleh pengaruh media sosial dan informasi tanpa saring. Penelitian ini mengusulkan konsep akhlak tasawuf sebagai solusi komprehensif. Melalui studi pustaka kualitatif, artikel ini menelaah bagaimana tasawuf, dengan nilai-nilai intinya seperti ikhlas, sabar, syukur, zuhud, tawadhu’, dan taqwa, menawarkan jalan spiritual untuk menyucikan jiwa (tazkiyatun nafs) dan membangun kontrol diri. Metodologi takhalli, tahalli, dan tajalli dijelaskan sebagai tahapan sistematis dalam membentuk karakter mulia dan insan kamil. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai-nilai tasawuf relevan dan urgen untuk diterapkan di tengah krisis moral. Implementasinya dapat membentuk individu yang berintegritas, mendorong solidaritas sosial, dan menciptakan masyarakat yang harmonis dan beradab. Dengan demikian, pendekatan spiritual berbasis tasawuf menjadi efektif dalam mengatasi penurunan moral dan menyeimbangkan kecerdasan intelektual dengan integritas moral.
Copyrights © 2025