Tawuran remaja merupakan salah satu bentuk kenakalan remaja yang paling meresahkan masyarakat terutama di wilayah perkotaan termasuk di Komplek Asrama Widuri. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk komunikasi interpersonal orang tua kepada anak, faktor penghambat, dan upaya orang tua kepada anak dalam penanggulangan tawuran remaja di Komplek Asrama Widuri Kec. Medan Amplas. Metode pada penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Dengan pendekatan penelitian lapangan (field research) Adapun yang menjadi teknik pengumpulan data dalam penelitian kualitatif adalah melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teori yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan Teori Penetrasi Sosial. Informan dalam penelitian ini yaitu orang tua yang memiliki anak remaja berusia 18-20 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk komunikasi interpersonal antara orang tua dan anak dalam upaya mencegah tawuran remaja di kawasan Kompleks Asrama Widuri masih belum optimal. Hal ini dapat dilihat dari belum tercapainya indikator dari komunikasi interpersonal seperti kurangnya keterbukaan antara orang tua dan anak. Faktor-faktor yang menghambat komunikasi interpersonal orang tua yaitu faktor waktu dan lingkungan tempat tinggal maupun lingkungan sekolah.
Copyrights © 2025