Menurut data World Health Organization (WHO) tahun 2022, cakupan pemberian ASI eksklusif pada bayi didunia mengalami penurunan dari tahun 2021 sebesar 1.603.100 juta bayi, tahun 2022 sebesar 1.563.080 juta bayi, penyebab kesulitan ibu dalam mengeluarkan ASI bisa dikarenakan stres disebabkan oleh ibu yang kurang percaya diri, ASI kurang/sedikit. Tujuan penelitian adalah meningkatkan produksi ASI pada ibu postpartum dengan implementasi pemberian rebusan daun katuk. Metode : Desain penelitian deskriptif melalui pendekatan studi kasus. Sampel penelitian ini adalah 2 orang (responden) dengan ibu postpartum yang mengalami ketidak lancaran pada ASI nya di Wilayah Kerja Puskesmas Karo Pematangsiantar. Hasil : Hasil studi menunjukkan bahwa terdapat ASI tidak keluar pada ibu postpartum dengan pemberian rebusan daun katuk selama 3 hari dengan masalah menyusui tidak efektif adalah masalah teratasi sebagian pada kedua pasien. Ny.S ASI tidak keluar menjadi ASI mulai keluar, pada Ny.S dengan volume ASI 100 ml menjadi 108 ml, pada Ny.P dari 700 ml menjadi 800 ml. Kesimpulan: Implementasi pemberian rebusan daun katuk efektif dalam meningkatkan produksi ASI pada ibu postpartum. Saran: Peneliti menyarankan kepada pasien dapat mempraktekkan pemberian rebusan daun katuk dalam meningkatkan produksi ASI pada ibu postpartum
Copyrights © 2025