Blitar merupakan kabupaten penghasil bahan pangan yang aktif di Provinsi Jawa Timur. Salah satu kecamatan yang turut berkontribusi dalam penghasil bahan pangan ialah Kecamatan Talun, khususnya Desa Bendosewu. Mayoritas petani pada desa ini menanam padi, jagung, dan cabai rawit. Seiring dengan bertambahnya penduduk, kebutuhan akan pangan juga akan meningkat. Hal ini akan menjadi tantangan bagi masa yang akan datang. Ketahanan pangan berkelanjutan dapat menerapkan mendefinisikan melalui pendekatan Triple Bottom Line (People, Planet, Profit). Penelitian ini bertujuan untuk membuat skenario model sistem dinamis dengan stella. Dengan metode sistem dinamis akan diketahui skenario yang paling optimal dari faktor yang paling berpengaruh yang dapat meningkatkan profit petani di Desa Bendosewu. Skenario dapat digunakan sebagai pertimbangan bagi stakeholder untuk meningkatkan pendapatan petani dan tercapainya ketahanan pangan yang berkelanjutan. Pada Desa Bendosewu, rata-rata keuntungan awal sebesar Rp.45.074.170.765. Skenario usia petani dengan adaptasi teknologi mampu meningkatkan sebesar 1,437%, penggunaan pupuk sebesar 18,654%, dan penggunaan jenis bibit jagung sebesar 8,916%. Skenario paling optimal adalah skenario gabungan dari keselurahan faktor dengan persentase sebesar 26,946%.
Copyrights © 2025