Penelitian ini membahas ketimpangan pendapatan yang terjadi antara profesi influencer dan karyawan pabrik di era digital. Fenomena ini muncul akibat perbedaan akses terhadap teknologi, jaringan sosial, dan nilai jual individu yang berdampak pada pendapatan. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data diperoleh melalui wawancara kepada tiga narasumber dari dua profesi yang berbeda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kesenjangan ini memengaruhi persepsi generasi muda terhadap pemilihan karier dan berpotensi menimbulkan kesenjangan sosial. Sebagai solusi, perlu dilakukan peningkatan literasi digital bagi pekerja formal, penerapan kebijakan pajak yang adil, serta edukasi keuangan untuk masyarakat dengan tujuan menciptakan keseimbangan ekonomi yang lebih inklusif.
Copyrights © 2025