Penelitian ini mengkaji hubungan antara konsep diri dan kepercayaan diri remaja dalam konteks penggunaan media sosial. Media sosial, seperti Instagram, TikTok, dan Twitter, menjadi ruang signifikan bagi remaja untuk mengekspresikan diri, tetapi juga dapat memengaruhi konsep diri mereka. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei, melibatkan 100 responden remaja berusia 15–19 tahun. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara konsep diri dan kepercayaan diri (r = 0,67; p < 0,01). Remaja dengan konsep diri positif cenderung lebih percaya diri dalam berinteraksi di media sosial, sedangkan remaja dengan konsep diri negatif lebih bergantung pada validasi sosial. Penelitian ini menyoroti potensi media sosial sebagai alat untuk mendukung kepercayaan diri, namun juga memperingatkan risiko tekanan psikologis dari standar sosial yang tidak realistis. Rekomendasi diberikan untuk mendukung perkembangan psikologis remaja melalui pendekatan edukasi dan strategi yang relevan
Copyrights © 2025