Fenomena representasi etnis dalam media menjadi salah satu isu sentral dalam kajian komunikasi dan budaya, terutama karena media memiliki kapasitas besar dalam membentuk opini publik dan konstruksi sosial suatu kelompok. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji representasi etnis Dayak dan Tionghoa dalam video digital sejarah populer berjudul “Mangkok Merah 1967” yang dipublikasikan oleh Nessie Judge di platform YouTube. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif berbasis kajian pustaka dan analisis isi, penelitian ini menelaah bagaimana narasi sejarah dalam video tersebut membingkai kelompok etnis tertentu dan membentuk stereotip yang melekat. Temuan menunjukkan bahwa video tersebut merepresentasikan etnis Dayak melalui citra kekerasan yang dilekatkan pada praktik budaya seperti “Mangkok Merah,” sementara etnis Tionghoa ditampilkan sebagai minoritas pasif yang rentan terhadap stigma politik dan sosial. Meskipun video bertujuan sebagai media edukatif, kontennya dapat mengandung bias historis yang memperkuat prasangka etnis. Oleh karena itu, penelitian ini menekankan pentingnya sensitivitas representasional dalam produksi konten digital berbasis sejarah dan perlunya literasi media untuk menanggapi narasi etnis secara kritis.
Copyrights © 2025