Penurunan kualitas udara menyebabkan dampak terhadap kondisi lingkungan maupun perairan. Penurunan tersebut disebabkan oleh limbah keramba jaring apung yang menumpuk di dasar perairan. Evaluasi pengelolaan dilakukan agar kegiatan budidaya dapat berjalan secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan indeks biometrik ikan serta melakukan evaluasi pengelolaan sumber daya perikanan berdasarkan indeks biometrik di Waduk Cengklik. Metode yang digunakan yaitu survei dan eksperimen. Teknik analisis dilakukan menggunakan metode kuantitatif yang melibatkan lima parameter, yaitu biometrik, rasio konversi pakan , efektivitas pemanfaatan pakan, analisis proksimat dan pengelolaan keramba jaring apung. Nilai faktor kondisi dan warna cairan empedu dalam indeks biometerik menunjukkan bahwa kondisi lingkungan perairan dalam kondisi yang baik. Hal tersebut terlihat dari warna keriput yang memiliki warna hijau-hijau tua. Nilai pemanfaatan dan efisiensi pakan yang belum optimal terlihat pada kondisi Ikan Koi. Hasil analisis proksimat menyatakan merek pakan dengan kode G memiliki kandungan protein paling tinggi. Jaring keramba apung berada pada zonasi nutrisi yang tinggi yang digambarkan dengan adanya tumbuhan eceng gondok. Hasil evaluasi pengelolaan budidaya perikanan di Keramba Jaring Apung di Waduk Cengklik belum memenuhi ke enam pilar dalam Pengelolaan Wilayah Danau Terpadu (ILBM), sehingga dapat dikatakan belum optimal.Kata kunci : Indeks biometrik, Kualitas lingkungan perairan, Pengelolaan waduk
Copyrights © 2025