Berdasarkan data yang dipublikasikan oleh Environment Software Association (ESA) pada tahun 2022 menunjukan pengguna game online di Amerika Serikat (USA) mencapai 215.5 juta dan sebanyak 65% adalah kalangan remaja. Bermain game online yang terlalu lama dapat menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi kurangnya pemenuhan kebutuhan tidur. Pemain game yang tidak dapat mengatur waktu dan terus menerus bermain game online mengakibatkan terjadinya dampak negatif terhadap kualitas tidurnya. Penelitian bertujuan untuk mengetahui prevalensi intensitas bermain game online dan kualitas tidur terhadap jenis kelamin. Penelitian ini merupakan studi deskriptif dengan populasi mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Angkatan 2022. Sampel diambil dengan meggunakan metode consecutive non random sampling. Instrument penelitian yang digunakan adalah Indonesian Online Game Addiction Questionare dan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Total responden dari mahasiswa kedokteran Universitas Tarumanagara Angkatan 2022 sebanyak 126 orang yang terdiri dari 96 (76,2%) responden perempuan dan 30 (23,8%) responden laki-laki. hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan prevalensi intensitas bermain game online dan kualitas tidur antara jenis kelamin laki-laki dan perempuan, dimana tidak kecanduan game online lebih banyak pada responden perempuan (83,3%) dibandingkan pada responden laki-laki (50%) dan kualitas tidur perempuan lebih buruk (53,1%) jika dibandingkan dengan kualitas tidur laki-laki yaitu (40%).
Copyrights © 2025