Keterbatasan akses dan pemahaman mahasiswa non-teknis terhadap alat desain visual menjadi hambatan dalam optimalisasi pemanfaatan aplikasi seperti Canva dalam konteks akademik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerimaan penggunaan Canva oleh mahasiswa Program Studi Peternakan Universitas Jambi menggunakan pendekatan Technology Acceptance Model (TAM). Metode penelitian ini bersifat kuantitatif dengan pendekatan survei terhadap 160 responden, dan data dianalisis menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) melalui aplikasi SmartPLS versi 4. Model yang diuji terdiri atas lima konstruk, yaitu: Perceived Usefulness, Perceived Ease of Use, Attitude Toward Using, Behavioral Intention to Use, dan Actual Use. Hasil pengujian menunjukkan bahwa lima dari enam hipotesis diterima. Perceived Usefulness berpengaruh signifikan terhadap sikap menggunakan, tetapi tidak berpengaruh terhadap niat menggunakan. Perceived Ease of Use berpengaruh signifikan terhadap sikap dan niat menggunakan. Selain itu, Attitude Toward Using berpengaruh terhadap niat menggunakan, dan Behavioral Intention to Use berpengaruh signifikan terhadap penggunaan aktual. Temuan ini menunjukkan bahwa niat menggunakan merupakan faktor kunci dalam menentukan penggunaan aktual, sedangkan persepsi kegunaan saja tidak cukup kuat tanpa adanya persepsi kemudahan dan sikap positif. Hasil ini juga menyiratkan bahwa aspek motivasional dan kenyamanan pengguna lebih berperan daripada faktor teknis semata dalam adopsi alat digital di lingkungan pendidikan non-teknis. Dengan demikian, upaya untuk mendorong adopsi Canva sebaiknya lebih berfokus pada peningkatan pengalaman pengguna dan pembentukan sikap positif, bukan hanya menekankan keunggulan teknis. Hasil studi ini memberikan wawasan berharga untuk pendidik dan institusi dalam mengintegrasikan alat desain digital secara lebih efektif ke dalam pembelajaran mahasiswa non-teknis.
Copyrights © 2025