Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pendapatan bersih dan merumuskan strategi keberlanjutan usaha nelayan tradisional di Desa Lamu, Kecamatan Batudaa Pantai, Kabupaten Gorontalo. Permasalahan utama terletak pada belum optimalnya pemahaman nelayan terhadap pengelolaan keuangan, khususnya dalam memperhitungkan seluruh komponen biaya secara menyeluruh. Kondisi ini menimbulkan bias dalam persepsi pendapatan bersih dan berisiko terhadap keberlanjutan usaha. Untuk itu digunakan pendekatan full costing untuk menghitung pendapatan dan analisis SWOT untuk merumuskan strategi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan sampel sebanyak 55 nelayan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Hasil menunjukkan bahwa total pendapatan kotor nelayan selama sebulan sebesar Rp496.915.000, sedangkan pendapatan bersih total setelah seluruh biaya dihitung dengan metode full costing adalah Rp257.472.472, dengan rata-rata pendapatan bersih per orang sebesar Rp4.681.318. Faktor yang mempengaruhi meliputi pengalaman dan semangat kerja yang tinggi, kesiapan mengikuti pelatihan, serta dukungan pemerintah; namun di sisi lain juga terdapat kelemahan/ancaman seperti minimnya pencatatan keuangan, kurangnya perencanaan usaha, serta fluktuasi harga dan kenaikan biaya operasional. Berdasarkan analisis SWOT, posisi usaha nelayan berada di kuadran I, sehingga strategi agresif direkomendasikan. Strategi ini mencakup pelatihan keuangan, kolaborasi kelembagaan, diversifikasi usaha, dan pemanfaatan teknologi.
Copyrights © 2025