Penelitian ini dibuat untuk memahami motivasi Uni Eropa dalam melakukan kebijakan kenaikan tarif impor mobil listrik dalam konteks pasar bebas dengan menggunakan teori neo-merkantilisme. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengkaji dampak kebijakan Uni Eropa terhadap kenaikan tarif impor mobil listrik dari Tiongkok pada tahun 2024. Metodologi yang digunakan yakni penelitian Kualitatif, melalui metode eksplanatif , dan dengan pengumpulan data studi pustaka. Kebijakan ini juga dilihat sebagai respons terhadap praktik perdagangan Tiongkok yang dianggap tidak sejalan dengan prinsip pasar bebas, seperti subsidi pemerintah dan dumping harga. Dampak dari kebijakan ini mencakup peningkatan harga mobil listrik impor, perubahan dinamika pasar, dan peningkatan investasi dalam industri otomotif domestik Uni Eropa. Namun, penelitian ini juga mengidentifikasi potensi risiko, seperti penurunan akses konsumen terhadap pilihan kendaraan yang lebih murah dan kemungkinan pembalasan perdagangan dari Tiongkok. Studi ini merekomendasikan bahwa Uni Eropa harus menyeimbangkan antara proteksi industri domestik dan menjaga prinsip-prinsip pasar bebas untuk memastikan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan kompetitif di pasar global.
Copyrights © 2025