Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Paradoks Uni Eropa : Pasar Bebas dan Kenaikan Tarif Impor Mobil Listrik Tiongkok Pada 2024 Jihadine, Nobel; Candialmeera, Ashabriel Nadiva; Priyasadewa, Bintang; Lesmana, Daffa
Mondial: Jurnal Hubungan Internasional Vol 2, No 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas Al-azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/mondial.v2i1.4058

Abstract

Penelitian ini dibuat untuk memahami motivasi Uni Eropa dalam melakukan kebijakan kenaikan tarif impor mobil listrik dalam konteks pasar bebas dengan menggunakan teori neo-merkantilisme. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengkaji dampak kebijakan Uni Eropa terhadap kenaikan tarif impor mobil listrik dari Tiongkok pada tahun 2024. Metodologi yang digunakan yakni penelitian Kualitatif, melalui metode eksplanatif , dan dengan pengumpulan data studi pustaka. Kebijakan ini juga dilihat sebagai respons terhadap praktik perdagangan Tiongkok yang dianggap tidak sejalan dengan prinsip pasar bebas, seperti subsidi pemerintah dan dumping harga. Dampak dari kebijakan ini mencakup peningkatan harga mobil listrik impor, perubahan dinamika pasar, dan peningkatan investasi dalam industri otomotif domestik Uni Eropa. Namun, penelitian ini juga mengidentifikasi potensi risiko, seperti penurunan akses konsumen terhadap pilihan kendaraan yang lebih murah dan kemungkinan pembalasan perdagangan dari Tiongkok. Studi ini merekomendasikan bahwa Uni Eropa harus menyeimbangkan antara proteksi industri domestik dan menjaga prinsip-prinsip pasar bebas untuk memastikan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan kompetitif di pasar global.
Militerisasi Agrikultur: Keterlibatan Militer Dalam Program Food Estate Indonesia 2020-2024 Faisol, Wildan; Herdiawanto, Heri; Nadiva Candialmeera, Ashabriel; Jihadine, Nobel; Arif, Muhamad
Jurnal Keamanan Nasional Vol. 11 No. 2 (2025): JURNAL KEAMANAN NASIONAL VOL 11 NO. 2 TAHUN 2025
Publisher : Pusat Kajian Keamanan Nasional (Puskamnas) Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31599/

Abstract

The COVID-19 pandemic triggered global food security threats, prompting the Indonesian government to launch the Food Estate as a National Strategic Project. A defining feature of this policy is the active involvement of the military, with the Ministry of Defence appointed as the leading sector. This study analyzes the factors and implications of military involvement in food governance (2020–2024) through Donald Travis’s Pragmatic Civil Control theory. Findings indicate that the government utilized the pandemic as a "political opportunity" to prioritize military command efficiency over civilian bureaucratic processes. While this pragmatic approach seeks rapid results, it reflects "food securitization" that bypasses traditional democratic checks. Evidence shows a significant disconnect between these efficiency goals and reality: the marginalization of Dayak indigenous rights in Central Kalimantan, a lack of public participation, and a shift toward centralized, hierarchical governance. Ultimately, the normalization of the military’s role in civilian spheres risks deepening democratic regression. This study concludes that such pragmatism may revive "dual function" (dwifungsi) patterns, threatening civilian supremacy and the sustainability of Indonesia’s post-Reformasi democratic values.