Tuberkulosis (TB) masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan masyarakat yang signifikan di tingkat global. Prevalensi penyakit ini lebih banyak ditemukan pada laki-laki, terutama kelompok usia produktif, yang memiliki paparan risiko lebih tinggi serta perilaku hidup sehat yang kurang optimal. Di Kota Yogyakarta, tren peningkatan kasus TB menunjukkan pentingnya upaya deteksi dini dan penatalaksanaan yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara karakteristik pasien dan hasil pemeriksaan GeneXpert dalam mendeteksi Mycobacterium tuberculosis. Penelitian dilakukan secara observasional dengan pendekatan cross-sectional di Puskesmas Kotagede II Yogyakarta. Populasi penelitian mencakup seluruh pasien pria dengan TB paru yang menjalani pemeriksaan GeneXpert selama periode Januari hingga Desember 2024. Jumlah sampel sebanyak 109 responden dipilih berdasarkan kriteria inklusi menggunakan rumus Slovin. Data sekunder diperoleh dari rekam medis pasien. Analisis dilakukan secara univariat dan bivariat, dengan uji Chi-square untuk menilai hubungan antara karakteristik pasien dan hasil GeneXpert. Hasil menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan signifikan antara usia pasien dan hasil pemeriksaan TB paru dengan GeneXpert (p=0,168). Namun, terdapat hubungan yang bermakna antara faktor risiko (seperti kebiasaan merokok) dengan hasil pemeriksaan (p=0,000), serta hubungan signifikan antara penyakit penyerta (DM dan HIV) dengan hasil GeneXpert (p=0,002).
Copyrights © 2025