Putri Widaninggar Rahma
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KARAKTERISTIK PASIEN PRIA DAN KORELASINYA DENGAN DETEKSI TB PARU METODE GENEXPERT DI PUSKESMAS KOTAGEDE II YOGYAKARTA Nasywa, Azizah Nur Nasywa; Putri Widaninggar Rahma; Novalina Dhiah
Indonesian Journal of Health Research Innovation Vol. 2 No. 3 (2025): Indonesian Journal of Health Research Innovation
Publisher : Yayasan Menawan Cerdas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64094/tvf60r19

Abstract

Tuberkulosis (TB) masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan masyarakat yang signifikan di tingkat global. Prevalensi penyakit ini lebih banyak ditemukan pada laki-laki, terutama kelompok usia produktif, yang memiliki paparan risiko lebih tinggi serta perilaku hidup sehat yang kurang optimal. Di Kota Yogyakarta, tren peningkatan kasus TB menunjukkan pentingnya upaya deteksi dini dan penatalaksanaan yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara karakteristik pasien dan hasil pemeriksaan GeneXpert dalam mendeteksi Mycobacterium tuberculosis. Penelitian dilakukan secara observasional dengan pendekatan cross-sectional di Puskesmas Kotagede II Yogyakarta. Populasi penelitian mencakup seluruh pasien pria dengan TB paru yang menjalani pemeriksaan GeneXpert selama periode Januari hingga Desember 2024. Jumlah sampel sebanyak 109 responden dipilih berdasarkan kriteria inklusi menggunakan rumus Slovin. Data sekunder diperoleh dari rekam medis pasien. Analisis dilakukan secara univariat dan bivariat, dengan uji Chi-square untuk menilai hubungan antara karakteristik pasien dan hasil GeneXpert. Hasil menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan signifikan antara usia pasien dan hasil pemeriksaan TB paru dengan GeneXpert (p=0,168). Namun, terdapat hubungan yang bermakna antara faktor risiko (seperti kebiasaan merokok) dengan hasil pemeriksaan (p=0,000), serta hubungan signifikan antara penyakit penyerta (DM dan HIV) dengan hasil GeneXpert (p=0,002).
PEMANFAATAN SERBUK KACANG HIJAU (VIGNA RADIATA L.) SEBAGAI BAHAN PEMBUATAN MEDIA MANNITOL SALT AGAR (MSA) UNTUK PERTUMBUHAN BAKTERI STAPHYLOCOCCUS AURES Ar Rozaq Muhammad Igo; Putri Widaninggar Rahma; Putri Novita Eka
Indonesian Journal of Health Research Innovation Vol. 2 No. 3 (2025): Indonesian Journal of Health Research Innovation
Publisher : Yayasan Menawan Cerdas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64094/ttvk7s38

Abstract

Mannitol Salt Agar (MSA) merupakan media selektif yang umum digunakan untuk pertumbuhan Staphylococcus aureus, namun biaya yang relatif tinggi membatasi penggunaannya di daerah dengan sumber daya terbatas. Kacang hijau (Vigna radiata L.) mengandung protein dan karbohidrat yang berpotensi mendukung pertumbuhan bakteri serta dapat menjadi alternatif bahan lokal. Mengevaluasi efektivitas media berbasis tepung kacang hijau sebagai alternatif media MSA untuk pertumbuhan S. aureus. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen murni dengan post test only control group. Perlakuan meliputi konsentrasi tepung kacang hijau 2%, 3%, 4%, 5%, dan 6%, serta MSA sebagai kontrol, masing-masing diulang lima kali. Penanaman dilakukan dengan metode streak plate menggunakan S. aureus ATCC 25923 yang diencerkan hingga 10⁻⁵. Data dianalisis dengan uji normalitas, homogenitas, ANOVA satu arah, dan uji lanjutan Tukey HSD. Seluruh data berdistribusi normal dan homogen. Ditemukan perbedaan yang signifikan antar kelompok perlakuan (p = 0,001). Konsentrasi 5% tidak berbeda signifikan dengan MSA (p > 0,05), dengan rata-rata jumlah koloni 140,8 × 10⁶ CFU/ml, mendekati kontrol 140,4 × 10⁶ CFU/ml. Konsentrasi 6% menghasilkan jumlah koloni tertinggi namun berbeda signifikan. Pengamatan visual menunjukkan bahwa media kacang hijau memiliki kejernihan dan kontras warna yang lebih rendah dibandingkan MSA, sehingga membatasi kemudahan diferensiasi koloni. Tepung kacang hijau konsentrasi 5% berpotensi sebagai alternatif media MSA yang ekonomis untuk keperluan pendidikan dan laboratorium mikrobiologi dasar. Namun, diperlukan pengembangan untuk meningkatkan kejernihan dan kejelasan warna media agar lebih sesuai untuk aplikasi diagnostik.