Artikel ini membahas konsep ar-risalah dalam Al-Qur’an dari sudut pandang filsafat Al-Qur’an, yang mencakup tiga dimensi utama: risalah sebagai kebutuhan manusia, risalah sebagai media transformasi moral, dan risalah dalam perspektif peradaban. Risalah dipahami sebagai wahyu dan petunjuk Ilahi yang diberikan kepada para nabi untuk mengarahkan kehidupan manusia menuju kebenaran dan kebahagiaan hakiki. Sebagai kebutuhan mendasar, risalah menjadi pedoman hidup yang mengisi kekosongan spiritual dan moral manusia. Dalam fungsi transformasi moral, risalah berperan mengubah perilaku, membentuk karakter, dan menanamkan nilai-nilai universal seperti keadilan, kejujuran, dan kasih sayang. Dari perspektif peradaban, risalah menjadi motor penggerak perkembangan sosial, ilmu pengetahuan, dan tatanan hukum yang berkeadilan. Metode penelitian yang digunakan adalah kajian kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif-analitis terhadap ayat-ayat Al-Qur’an dan literatur terkait. Hasil kajian menunjukkan bahwa risalah dalam Al-Qur’an bukan hanya bersifat teologis, tetapi juga memiliki implikasi moral dan peradaban yang luas, sehingga relevan untuk menjawab tantangan kehidupan modern.
Copyrights © 2025