Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

AL-FIKR DALAM AL-QUR’AN, ONTOLOGI DALAM AL-QUR’AN, DAN BENTUK WUJUD EPISTEMOLOGI DALAM AL-QUR’AN Haerul Iman; Nurul Sakinah darsal; Arlim M Akkas; Gita Syahriana
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 4 (2025): AGUSTUS - SEPTEMBER 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini mengkaji tiga dimensi fundamental dalam struktur filsafat ilmu Al-Qur’an, yaitu,fikr, ontologi, dan epistemologi. Pertama,. konsep al-fikr menunjukkan bagaimana Al-Qur’an mendorong aktivitas berpikir yang reflektif dan rasional sebagai sarana memahami ayat-ayat Tuhan, baik yang bersifat tekstual (qauliyah) maupun kosmik (kauniyah). Aktivitas berpikir dalam Al-Qur’an bukan hanya fungsi akal, tetapi juga bertautan dengan iman dan akhlak. Kedua ontologi dalam AlQur’an memperlihatkan konsep wujud yang berpusat pada ketuhanan(teosentris), di mana Allah adalah satu-satunya wujud mutlak, sedangkan selain-Nya adalah makhluk yang bergantung kepada-Nya. Konsep ini mengarahkan manusia untuk memahami hakikat eksistensinya sebagai ciptaan dan khalifah di bumi, Ketiga, wujud epistemologi dalam Al-Qur’an mempertegas bahwa ilmu memiliki dasar yang bersumber dari wahyu, pengalaman inderawi, dan akal. Al-Qur’an menampilkan struktur pengetahuan yang integral, mencakup sumber, proses, dan tujuan pengetahuan dalam kerangka tauhid. Melalui pendekatan tematik dan analisis ayat-ayat kunci, artikel ini menegaskan bahwa Al-Qur’an membangun fondasi epistemologis yang kokoh, yang tidak hanya menjawab persoalan teoretis, tetapi juga  membimbing kehidupan manusia secara praktis dan spiritual.
MANUSKRIP KAJIAN ALQUR’AN MUSHAF KUNO Aldi Ansyah Saputra; Haerul Iman
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 4 (2025): AGUSTUS - SEPTEMBER 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas kajian terhadap manuskrip mushaf kuno Al-Qur’an di wilayah Nusantara yang memiliki nilai historis, edukatif, dan kultural yang tinggi. Mushaf kuno merupakan warisan peradaban Islam yang tidak hanya berfungsi sebagai media ibadah, tetapi juga sebagai cerminan akulturasi antara ajaran Islam dan budaya lokal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggali karakteristik tekstual dan visual mushaf kuno, memahami pengaruh budaya lokal dalam penyalinannya, serta menelaah kontribusi historisnya terhadap perkembangan Islam di Indonesia. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan analisis filologis dan historis. Data diperoleh melalui studi lapangan, dokumentasi manuskrip, wawancara dengan pakar, serta studi pustaka dari berbagai jurnal dan katalog naskah. Hasil kajian menunjukkan bahwa mushaf kuno Nusantara memiliki keunikan dalam aspek kaligrafi, iluminasi, struktur penulisan, serta penggunaan bahasa daerah sebagai bentuk dakwah dan pendidikan. Mushaf juga memiliki nilai penting sebagai sumber sejarah dan alat pembelajaran tradisional dalam sistem pendidikan pesantren. Penelitian ini merekomendasikan pelestarian, dokumentasi, dan digitalisasi mushaf-mushaf kuno sebagai warisan intelektual dan spiritual umat Islam Nusantara yang patut dijaga dan dikembangkan.
HERMENEUTIKA MUHAMMAD SYUHUDI ISMAIL Aldi Ansyah Saputra; Haerul Iman
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 4 (2025): AGUSTUS - SEPTEMBER 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas kontribusi pemikiran Prof. Dr. Muhammad Syuhudi Ismail dalam pengembangan metode tafsir Al-Qur’an melalui pendekatan hermeneutika Islam. Syuhudi Ismail dikenal sebagai tokoh yang mampu memadukan antara tradisi tafsir klasik dengan pendekatan ilmiah modern yang kontekstual dan rasional. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi tokoh, serta mengkaji karya-karya primer dan sekunder yang berkaitan dengan pemikiran Syuhudi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Syuhudi mengembangkan metode penafsiran yang integratif, yaitu dengan menggabungkan pendekatan bayani (tekstual-lugawi), burhani (rasional-logis), dan irfani (spiritual-esoteris). Ia juga menekankan pentingnya aspek historis dan sosiologis dalam memahami teks wahyu. Melalui kritik terhadap tafsir klasik dan modern, serta seruannya terhadap penggunaan metodologi ilmiah, Syuhudi menawarkan paradigma tafsir yang lebih objektif, kontekstual, dan sesuai dengan kebutuhan zaman.
Definisi, Ruang Lingkup, dan Sejarah Hermeneutika, Pemikiran Aisyah Binti Syathi, Pemikiran F.D.E Schleiermacher Haerul Iman; Nurul Sakinah Darsal; Arlim M Akkas; Gita Syahriana
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 8 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hermeneutika merupakan cabang filsafat yang mempelajari seni dan teori penafsiran, terutama terhadap teks-teks suci dan karya sastra. Dalam konteks Barat, hermeneutika berkembang dari kebutuhan untuk memahami teks-teks klasik dan kitab suci, terutama dalam tradisi Kristen, sebagaimana dikembangkan oleh tokoh seperti Friedrich D.E. Schleiermacher yang mengedepankan pemahaman psikologis dan gramatikal terhadap teks. Di sisi lain, dunia Islam juga memiliki tradisi penafsiran yang kaya, namun perkembangan hermeneutika Islam mulai mengambil bentuk lebih sistematis melalui para pemikir kontemporer, salah satunya Aisyah binti Syathi’. Ia menekankan pentingnya memahami kondisi sosial dan historis pengarang serta pembaca dalam proses penafsiran. Jurnal ini mengkaji secara komparatif pengertian, ruang lingkup, dan sejarah hermeneutika dalam dua tradisi besar: Barat dan Islam. Kemudian, dipaparkan secara khusus pemikiran Aisyah binti Syathi’ sebagai tokoh feminis Muslim dalam ranah tafsir, dan pemikiran Schleiermacher sebagai pendiri hermeneutika modern dalam konteks keagamaan. Kajian ini bertujuan untuk memperkaya pendekatan dalam penafsiran Al-Qur’an melalui analisis lintas tradisi dan lintas zaman.
AR-RISALAH DALAM ALQUR’AN: FILSAFAT ALQUR’AN Haerul Iman; Aldi Ansyah Saputra
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 4 (2025): AGUSTUS - SEPTEMBER 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas konsep ar-risalah dalam Al-Qur’an dari sudut pandang filsafat Al-Qur’an, yang mencakup tiga dimensi utama: risalah sebagai kebutuhan manusia, risalah sebagai media transformasi moral, dan risalah dalam perspektif peradaban. Risalah dipahami sebagai wahyu dan petunjuk Ilahi yang diberikan kepada para nabi untuk mengarahkan kehidupan manusia menuju kebenaran dan kebahagiaan hakiki. Sebagai kebutuhan mendasar, risalah menjadi pedoman hidup yang mengisi kekosongan spiritual dan moral manusia. Dalam fungsi transformasi moral, risalah berperan mengubah perilaku, membentuk karakter, dan menanamkan nilai-nilai universal seperti keadilan, kejujuran, dan kasih sayang. Dari perspektif peradaban, risalah menjadi motor penggerak perkembangan sosial, ilmu pengetahuan, dan tatanan hukum yang berkeadilan. Metode penelitian yang digunakan adalah kajian kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif-analitis terhadap ayat-ayat Al-Qur’an dan literatur terkait. Hasil kajian menunjukkan bahwa risalah dalam Al-Qur’an bukan hanya bersifat teologis, tetapi juga memiliki implikasi moral dan peradaban yang luas, sehingga relevan untuk menjawab tantangan kehidupan modern.