Kedokteran forensik memainkan peran penting dalam menyelidiki kasus kematian akibat kekerasan, memberikan bukti ilmiah yang dapat mendukung proses hukum. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara praktik kedokteran forensik dan kebijakan publik dalam menangani kasus kematian yang disebabkan oleh kekerasan. Metode yang digunakan meliputi analisis kualitatif dari data kasus dan wawancara dengan praktisi forensik serta pembuat kebijakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi yang lebih baik antara kedokteran forensik dan kebijakan publik dapat meningkatkan efektivitas penanganan kasus kekerasan, serta memberikan perlindungan yang lebih baik bagi korban. Kesimpulan dari penelitian ini menekankan perlunya kolaborasi yang lebih erat antara berbagai pemangku kepentingan untuk mengembangkan kebijakan yang responsif dan berbasis bukti.
Copyrights © 2025