Artikel ini bertujuan untuk menelaah bagaimana perkembangan teknologi digital, humaniora digital, dan agama digital telah membentuk praktik eklesiologis dan misiologi dalam konteks gereja-gereja Pantekosta. Penelitian kualitatif ini menggunakan pendekatan fenomenologi. Objek yang dikaji dalam studi ini adalah perkembangan teknologi yang memfokuskan digitalisasi agama dan humaniora. Data diperoleh melalui kajian Pustaka, beserta dokumen. Analisis yang digunakan dalam studi ini adalah model Spradley. Dalam analisis ddata kualiatif ini ada 4 tahapan, yaitu analisis domain, analisis taksonomi, analisis komponensial, dan analisis tema kultural. Temuan yang didapat adalah terkait bagaimana gereja-gereja Pantekosta memanfaatkan teknologi digital untuk komunikasi, pembelajaran, dan penyebaran Injil. Selain itu, ada tantangan-tantangan dan peluang yang dihadapi oleh gereja-gereja Pantekosta dalam mengadopsi teknologi digital serta implikasinya terhadap pemahaman mereka tentang gereja sebagai komunitas dan misi mereka di dunia.
Copyrights © 2025