Kata khuluq dua kali disebutkanal-Qur’an, yaitu pertama pada surat al-Qalam atay 4, artinya: “Dan sesungguhnya kamu berada diatas berbudi pekerti yang agung” Kedua, pada surat Asy Syura’ ayat 137, yang artinya: Didalam ayat pertama (S. Al Qalam : 4) dalam keadaan memuji, sedang yang kedua adalah ilustrasi perilaku yang telah dijalani orang terdahulu. Dapat kita katakana;yang pertama sebagai standard bagi prilaku yang pantas dan patut diperbuat sedang yang kedua sebagai keterangan mengenai perilaku yang telah terjadi. Sudah barang tentu akhlaq yang patut diperbuat adalah yang datangnya dari Allah yang tertuang dalam Al-Qur’an yang diperintahkan Rasullah agar menjadi orang yang pertama kali berbuat dengan itu sebagai teladan (Uswah) dan ikutan (Qudwah) bagi para umatnya. Apa yang kita kemukakan ini ditampung oleh isi ayat 18 S. Al Qiyamah: “Apabila kami telah selesai membacanya maka ikutlah bacaan itu”. Ibnu Abbas yang terkenal sebagai Syaikhul Mufassirin, sehubungan dengan ayat tersebut memberikan komentar: “Yaitu apabila kami membacakan dan menetapkannya dalam hatimu wahai Muhammad, berbuatlah dengan yang kami bacakan itu”. Karena itulah maka Langkah, jejak dan perlu disadari menafsirkan al-Qur’an dengan lidah lebih mudah, tetapi yang paling sulit dan sukar justru menafsirkannya dengan perilaku yang ditopang dengan hati yang Kholis.
Copyrights © 1977