Thaib, Ismail
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Menelusuri Munasabah Antar Ayat Thaib, Ismail
Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies No 23 (1980)
Publisher : Al-Jami'ah Research Centre

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ajis.1980.023.67-81

Abstract

Perkataan “Munasabah” menurut Bahasa artinya: sesuai, cocok atau patut. Menurut istilah dikalangan ahli ilmu Al-Qur’an, ada macam macam rumusannya atau pengertiannya. Menurut Dr. Mana’ Qathan dalam kitabnya yang bertitel “Mabahis fi Ulumil Qur’an” disebitka pengertian munasabah sebagai berikut: “ segi pertalian anatar kalimat dengan kalimat dalam satu ayat atau antar ayat dengan ayat dalam banyak ayat atau antar surat dengan surat”. Menurut definisi tersebut, segi persesuaiaan pada garis besarnya ada tiga macam: pertama: persesuaiaan antar kalimat (Jumlah), yaitu persesuaiaan anatar Kalimat-kalimat dalam satu ayat. Kedua: persesuaiaan antar ayat. Artinya persesuaiaan antar satu ayat dengan ayat berikutnya atau dengan ayat sebelumnya. Ketiga: persesuaiaan antar surat. Artinya persesuaiaan antara pembuka surat dengan penutup surat sebelumnya atau antar penutup surat dengan pembuka surat berikutnya.
Nuzulur al-Qur’an dan Pemeliharaan-Nya dari Masa Ke-Masa Thaib, Ismail
Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies No 29 (1983)
Publisher : Al-Jami'ah Research Centre

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ajis.1983.029.1-17

Abstract

Untuk mengetahui peranan yang dimainkan al-Qur’an dalam memperbaiki dan mengembalikan manusia kepada fungsi dan tujuaan hidupnya sesuai dengan fitrahnya, perlu diketahui situasi dunia, baik dalam bidang kepercayaan (Aqidah) kepada Tuhan, budi pekerti (Akhlak) dan aturan hidup bermasyarakat (syari’at) secara singkat. 
Akhlaq Dalam Al-Qur’an Thaib, Ismail
Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies No 17 (1977)
Publisher : Al-Jami'ah Research Centre

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kata khuluq dua kali disebutkanal-Qur’an, yaitu pertama pada surat al-Qalam atay 4, artinya: “Dan sesungguhnya kamu berada diatas berbudi pekerti yang agung” Kedua, pada surat Asy Syura’ ayat 137, yang artinya: Didalam ayat pertama (S. Al Qalam : 4) dalam keadaan memuji, sedang yang kedua adalah ilustrasi perilaku yang telah dijalani orang terdahulu. Dapat kita katakana;yang pertama sebagai standard bagi prilaku yang pantas dan patut diperbuat sedang yang kedua sebagai keterangan mengenai perilaku yang telah terjadi. Sudah barang tentu akhlaq yang patut diperbuat adalah yang datangnya dari Allah yang tertuang dalam Al-Qur’an yang diperintahkan Rasullah agar menjadi orang yang pertama kali berbuat dengan itu sebagai teladan (Uswah) dan ikutan (Qudwah) bagi para umatnya. Apa yang kita kemukakan  ini ditampung oleh isi ayat 18 S. Al Qiyamah: “Apabila kami telah selesai membacanya maka ikutlah bacaan itu”. Ibnu Abbas yang terkenal sebagai Syaikhul Mufassirin, sehubungan dengan ayat tersebut memberikan komentar: “Yaitu apabila kami membacakan dan menetapkannya dalam hatimu wahai Muhammad, berbuatlah dengan yang kami bacakan itu”.  Karena itulah maka Langkah, jejak dan perlu disadari menafsirkan al-Qur’an dengan lidah lebih mudah, tetapi yang paling sulit dan sukar justru menafsirkannya dengan perilaku yang ditopang dengan hati yang Kholis.