Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektifitas dari penerapan teknik self instruction treatment (SIT) untuk menurunkan stres pada remaja. Menggunakan pendekatan kuasi eksperimen jenis one group pretest-posttest design, penelitian ini melibatkan wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan menggunakan skala PSS (Perceived Stress Scale). Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik self instruction treatment (SIT) mampu menurunkan stres pada remaja. Sebelum diberikan intervensi partisipan penelitian memiliki keluhan banyaknya pikiran-pikiran negatif yang menimbulkan perasaan negatif seperti kecewa, marah, sedih, sakit hati, tertekan dan bingung. Pikiran negatif tersebut menghasilkan respon fisik seperti pusing, demam, gangguan pada nafsu makan dan sulit tidur. Selain respon fisik, pikiran dan perasaan yang negatif pada anggota kelompok juga menyebabkan perilaku yang cenderung maladaptif dan perbuatan menyakiti diri (self harm). Namun setelah diberikan intervensi, partisipan penelitian memiliki pengetahuan mengenai stres dan emosi serta mampu mempraktikkan teknik SIT sebagai upaya untuk mengelola pikiran negatif menjadi pemikiran yang positif sehingga merasa lebih lega dan tenang. Selain itu berdasarkan perbandingan skor PSS antara pre-test dengan post-test mengalami penurunan skor dan kategori dari stres sebelumnya (pre-test).
Copyrights © 2025