Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan pilar utama perekonomian Indonesia, namun masih menghadapi tantangan besar dalam mengadopsi teknologi digital, khususnya dalam strategi pemasaran dan peningkatan produktivitas UMKM khususnya pada kawasan pariwisata Tapanuli Utara. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan karakteristik demografis serta mengevaluasi kinerja usaha, kemampuan jaringan, produktivitas pekerja, inovasi digital, dan keterampilan digital pelaku UMKM sektor pendukung pariwisata di Kabupaten Tapanuli Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode survei terhadap 100 pelaku UMKM yang dipilih secara purposive. Instrumen yang digunakan mencakup lima kelompok indikator dan dianalisis secara deskriptif menggunakan skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pelaku usaha adalah laki-laki (81%), dengan dominasi usaha mikro (96%) dan 57% telah memiliki legalitas formal. Dari sisi kinerja, aspek sosial dan lingkungan memperoleh skor tertinggi, mencerminkan kepedulian terhadap pelanggan, masyarakat, dan lingkungan. Kemampuan jaringan, terutama dalam komunikasi dan selektivitas mitra, tergolong cukup baik (rata-rata skor di atas 3,7), meskipun pelibatan karyawan dalam pemecahan masalah masih perlu ditingkatkan. Produktivitas kerja tercermin dari komitmen tinggi dalam menyelesaikan tugas, penempatan SDM berdasarkan keahlian, dan kerja tim yang solid (skor rata-rata 3,82–3,85). Adopsi inovasi digital, termasuk penggunaan QRIS, media sosial, dan pengelolaan toko daring, telah dimulai, namun belum sepenuhnya optimal. Skor keterampilan digital menunjukkan fondasi yang kuat, namun masih dibutuhkan pelatihan lanjutan untuk adaptasi teknologi secara berkelanjutan.
Copyrights © 2025