Makalah ini mengeksplorasi bagaimana individu menggunakan penganggaran mental dan pengendalian diri dalam menghadapi keputusan keuangan sehari-hari, dengan menitikberatkan pada pengalaman nyata dan strategi personal, bukan analisis statistik. Melalui metode membaca dan sintesis literatur keuangan perilaku, studi ini menemukan bahwa penganggaran mental menjadi alat praktis bagi seseorang untuk mengelola sumber daya terbatas, mengurangi pembelian impulsif, dan memprioritaskan kebutuhan utama. Pengendalian diri muncul sebagai pendamping penting bagi penganggaran mental, membantu individu menahan godaan dan tetap konsisten dengan rencana keuangannya. Interaksi kedua faktor ini digambarkan melalui skenario dan contoh nyata, menunjukkan bagaimana individu merenungkan pilihan mereka, belajar dari kesalahan masa lalu, dan secara bertahap meningkatkan kesejahteraan finansial. Studi ini menyimpulkan bahwa pengembangan keterampilan penganggaran mental dan pengendalian diri dapat memberdayakan masyarakat untuk mengambil keputusan keuangan yang lebih bijak, serta menyarankan agar edukasi keuangan memasukkan unsur reflektif dan pembelajaran pengalaman guna meningkatkan pengelolaan keuangan pribadi sebelum abstrak Bahasa Indonesia.
Copyrights © 2025