Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan metode pelatihan Tari Soreng di Paguyuban Soreng Kridho Wargo Budhoyo yang terletak di Desa Lemahireng. Berdasarkan teori sosialkonstruktivisme Vygotsky, pembelajaran efektif terjadi melalui interaksi sosial dalam Zone of Proximal Development (ZPD). Dalam praktiknya, pelatihan Tari Soreng di paguyuban ini menerapkan empat metode utama, yaitu metode tutor sebaya, demonstrasi dan imitasi, refleksi, serta scaffolding. Keempat metode tersebut mendukung proses belajar yang komunikatif, bertahap, dan sesuai kemampuan penari, sehingga membantu penari memahami gerakan secara mendalam, meningkatkan keterampilan motorik, dan menumbuhkan rasa percaya diri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi metode-metode tersebut efektif untuk meningkatkan kualitas latihan dan penguasaan Tari Soreng di kalangan anggota paguyuban.
Copyrights © 2025