Penelitian ini mengkaji tantangan strategis yang dihadapi PT Indomarco Prismatama (Indomaret) sebagai salah satu pemain utama di sektor ritel modern Indonesia. Dalam persaingan yang semakin ketat, terutama dengan e-commerce seperti Shopee dan Tokopedia serta pesaing langsung seperti Alfamart, Indomaret perlu menyesuaikan diri dengan perubahan perilaku konsumen yang mengarah pada preferensi belanja digital. Tujuan studi ini adalah untuk menganalisis kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman (SWOT) yang memengaruhi daya saing perusahaan. Pendekatan penelitian yang digunakan bersifat kualitatif dengan metode analisis SWOT, didukung oleh pemetaan faktor internal dan eksternal melalui tabel IFAS dan EFAS. Data diperoleh dari laporan industri, data perusahaan, survei konsumen, dan publikasi terpercaya. Hasil menunjukkan bahwa kekuatan utama Indomaret terletak pada jaringan distribusi yang luas, brand yang kuat, dan efisiensi operasional. Kelemahan meliputi keterbatasan ruang toko dan digitalisasi yang belum merata. Peluang muncul dari tren digitalisasi dan kemitraan dengan fintech, sedangkan ancaman berasal dari pergeseran ke belanja online dan tekanan margin. Implikasinya, Indomaret perlu mengembangkan strategi digital berbasis O2O, inovasi produk, serta modernisasi SDM dan sistem internal untuk menjaga daya saing di pasar ritel yang terus berkembang. Kontribusi teoritis penelitian ini memperkaya literatur strategi ritel dengan mengintegrasikan analisis SWOT dan kerangka IFAS/EFAS dalam konteks disrupsi digital. Secara praktis, temuan ini memberikan rekomendasi strategi berbasis O2O (Online-to-Offline), inovasi produk, serta modernisasi SDM dan sistem internal, yang dapat menjadi panduan bagi pelaku ritel tradisional dalam beradaptasi dengan dinamika pasar.
Copyrights © 2025