Pertanian di Indonesia menghadapi berbagai tantangan struktural, seperti fragmentasi lahan, rendahnya nilai tambah petani, degradasi sumber daya alam, dan lemahnya kelembagaan. Sistem Pertanian Terpadu atau Integrated Farming System (IFS) muncul sebagai solusi strategis yang mengintegrasikan berbagai subsektor seperti tanaman, ternak, perikanan, dan energi dalam satu sistem usaha tani. Artikel ini bertujuan mengkaji efektivitas penerapan IFS di Indonesia melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Penelitian dilakukan dengan menganalisis 40 artikel terpilih dari berbagai basis data ilmiah yang relevan, terbit antara 2019–2024. Hasil kajian menunjukkan bahwa IFS mampu meningkatkan produktivitas lahan sebesar 15–25%, mengurangi penggunaan input kimia hingga 30%, serta meningkatkan pendapatan petani hingga 35% melalui diversifikasi dan hilirisasi usaha. Selain itu, sistem ini memperkuat kelembagaan lokal, mendorong efisiensi sumber daya, dan meningkatkan adaptasi terhadap perubahan iklim. Namun, implementasi IFS masih menghadapi kendala, terutama dalam hal permodalan, kapasitas teknis, dan akses pasar. Oleh karena itu, pengembangan IFS ke depan membutuhkan dukungan kebijakan publik, teknologi modular yang terjangkau, pendampingan teknis berkelanjutan, serta integrasi dengan strategi konservasi dan adaptasi iklim. IFS berpotensi menjadi model pertanian masa depan yang produktif dan berkelanjutan di Indonesia.
Copyrights © 2025