Eksplorasi penggunaan bambu sebagai alternatif material ramah lingkungan dalam desain villa dengan konsep Bohemian di Yogyakarta, dibandingkan dengan beton yang memiliki jejak karbon tinggi. Dengan menerapkan metode Life Cycle Assessment (LCA), analisis emisi karbon dari kedua material yang dilakukan menunjukkan bahwa penggunaan bambu menghasilkan emisi sebesar 2,889 kg CO₂, jauh lebih rendah dibandingkan 10,638 kg CO₂ dari beton. Bambu tidak hanya menawarkan keunggulan tetapi juga mendukung pengembangan ekonomi lokal. Meskipun ada tantangan seperti sensitivitas terhadap kelembapan, potensi bambu untuk menggantikan material konvensional sangat signifikan dalam konteks arsitektur berkelanjutan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat mendorong praktik pembangunan yang lebih ramah lingkungan di Indonesia serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya pemilihan material dalam desain bangunan.
Copyrights © 2025