Artikel ini mengkaji dinamika perubahan sosial yang memengaruhi keberlanjutan kerajinan tenun songket tradisional "cag-cag" di Desa Tangkup, Kecamatan Sidemen, Kabupaten Karangasem, Bali, dalam rentang waktu 1984-2023. Dengan menggunakan teori perubahan sosial, penelitian ini menganalisis bagaimana faktor internal (kemauan, keterampilan, pola pikir, pengetahuan, dan daya cipta pengrajin) dan eksternal (lingkungan, budaya, ekonomi, dan teknologi) berkontribusi pada eksistensi dan adaptasi kerajinan ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transisi mata pencarian dari petani menjadi pengrajin songket pada tahun 1984 merupakan manifestasi perubahan sosial yang signifikan, didorong oleh kebutuhan ekonomi dan pelestarian budaya. Meskipun menghadapi tantangan seperti pandemi COVID-19, pengrajin berhasil beradaptasi melalui inovasi pemasaran digital, memperluas jangkauan pasar, dan mempertahankan kualitas produk. Implikasi keberlanjutan kerajinan ini terhadap pemerintah dan masyarakat setempat mencakup pengembangan ekonomi kreatif, pariwisata budaya, penguatan identitas etnis, dan peningkatan kesejahteraan sosial.
Copyrights © 2025