Implementing religious guidance and counseling for inmates is a crucial issue in the correctional system, as it helps restore their self-esteem and spiritual and mental health as individuals and citizens. This research addresses the need for a faith- and piety-based approach to mental development. The study aims to describe the implementation, supporting and inhibiting factors, and outcomes of religious guidance and counseling at the Ponorogo State Detention Center. A qualitative-descriptive case study design was employed, using in-depth interviews, participant observation, and document analysis. The findings indicate that guidance is conducted twice a week through religious lectures, Quranic recitation, and congregational prayers. It is supported by high staff motivation but hindered by limited facilities and counselors. The outcomes include inner peace (spiritual) and physical fitness among inmates. In conclusion, religious guidance and counseling are essential and should be enhanced through facility improvements, stricter supervision, and staff role modeling. Pelaksanaan bimbingan dan penyuluhan agama bagi narapidana merupakan isu krusial dalam sistem pemasyarakatan karena berperan memulihkan harga diri dan mental spiritual mereka sebagai individu dan warga negara. Penelitian ini didasarkan pada kebutuhan pendekatan pembinaan mental melalui nilai-nilai keimanan dan ketaqwaan. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan pelaksanaan, faktor pendukung dan penghambat, serta hasil bimbingan dan penyuluhan agama di Rumah Tahanan Negara Ponorogo. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan rancangan studi kasus, serta teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipan, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan bimbingan berlangsung dua kali seminggu melalui ceramah agama, mengaji Al-Qur’an, dan sholat berjamaah, didukung motivasi tinggi dari petugas namun terhambat keterbatasan sarana dan tenaga penyuluh. Wujud keberhasilan meliputi ketenangan jiwa (rohani) dan kebugaran jasmani narapidana. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa bimbingan dan penyuluhan agama sangat diperlukan dan perlu ditingkatkan melalui pemenuhan fasilitas serta penguatan pengawasan dan keteladanan petugas.
Copyrights © 2005